Pencarian

Jumat, 17 Juni 2011

Global Mapper


Global Mapper




Global Mapper adalah salah satu perangkat lunak yang cukup populer sering digunakan oleh kalangan praktisi GIS (geographics information system) atau orang-orang yang berkecimpung di bidang pemetaan. Salah satu keistimewaan program ini adalah kompatibilitasnya dengan banyak sekali format file. Sehingga dapat digunakan oleh banyak orang dari latar belakang pengetahuan perangkat lunak lain yang berbeda-beda.
Global Mapper® dari Intermap lebih dari sekadar alat penayang yang menampilkan arsiran, elevasi, atau kumpulan data vektor yang paling populer: Perangkat ini juga dapat mengkonversi, mengedit, mencetak, melacak GPS, dan memungkinkan Anda menerapkan fungsi SIG pada kumpulan data Anda dalam satu paket perangkat lunak berbiaya rendah dan mudah digunakan. 
Global Mapper® versi baru, rilis 6, mampu menampilkan elevasi data dalam 3D sesungguhnya.
File data Anda dapat di-upload sebagai lapisan. Misalnya, Model Elevasi Digital (DEM), dapat di-upload dengan peta topografis yang dipindai, untuk menciptakan tampilan 3D pada peta. Citra udara digital dapat diletakkan di atas permukaan bersama dengan vektor kontur untuk menciptakan gambar yang menakjubkan dan informatif. Hasilnya dapat dicetak, atau area kerja dapat diekspor ke citra arsiran resolusi tinggi untuk digunakan dalam presentasi atau laporan.
Global Mapper®  bukan sekadar perangkat serbaguna, namun memiliki fungsi built-in untuk perhitungan jarak dan area, pembauran arsir dan penyesuaian kontras, melihat elevasi, dan perhitungan garis pandang, serta kemampuan tingkat lanjut seperti rektifikasi citra, pembuatan kontur dari data permukaan, analisis tampilan arah aliran dari data permukaan, serta triangulasi dan melakukan gridding data titik 3D. Tugas berulang dapat diselesaikan dengan menggunakan fungsi bahasa script yang built-in atau konversi batch secara menyeluruh. 
Keuntungan Global Mapper® 
·    Melakukan perhitungan jarak dan luas dengan akurat, pembauran arsir dan penyesuaian kontras, melihat elevasi, dan perhitungan garis pandang untuk memaksimalkan presisi. 
·    Secara rutin menghemat waktu yang dihabiskan untuk melakukan tugas berulang dengan menggunakan fungsi bahasa script yang built-in dan konversi batch secara menyeluruh. 
·    Dengan cepat mendigitalkan fitur vektor baru, mengedit fitur yang sudah ada, dan dengan mudah menyimpannya ke format ekspor yang didukung. 
·    Dengan mudah melacak setiap perangkat GPS yang kompatibel yang terhubung ke port serial komputer   Anda melalui data apa pun yang di-upload, menandai waypoint tanpa sambungan, serta merekam log pelacakan.  
·    Dalam sekejap menetapkan interval kontur untuk setiap kombinasi data elevasi dengan fitur pembuat kontur tingkat lanjut. 
·    Secara otomatis melakukan triangulasi dan grid kumpulan data titik 3D untuk mengkonversi contoh kumpulan elevasi menjadi kumpulan data yang sepenuhnya di-grid. 
·    Dengan cepat menyimpan isi layar menjadi file BMP, JPG, PNG, atau (Geo) TIFF, yang dapat Anda rektifikasi secara intuitif dan disimpan dalam citra baru yang sepenuhnya dapat dijadikan georeferensi. 
·    Dengan segera melakukan dekompresi setiap transfer file SDTS ke direktori yang terpisah, menghemat waktu yang berharga. 
·    Segera menampilkan file DRG terdekat melalui kliping otomatis file collar USGS DRG

Fungsi-fungsi yang terdapat pada global mapper diantaranya adalah :
1.   Dukungan kepada beragam format terkenal baik raster maupun vektor. 
2.  Kemampuan akses ke database citra dari Digitalglobe , akses ke database TerraServer-USA dan data topografi daerah USA secara gratis.
3.  Koneksi langsung ke sumber data WMS, termasuk akses built in ke database NED 30-m, database SRTM 3-arc second secara gratis.
4.   Mendukung tampilan 3D data elevasi.
5.  Memotong, proyeksi ulang, menyatukan berbagai data raster dan elevasi, termasuk DRG. 
6.  Mendukung digitasi. mendukung digitasi, baik titik, garis atau poligon dengan mouse dan hasilnya dapat disimpan dalam berbagai format vektor terkenal. Juga dapat melakukan input data koordinat COGO, hambatan dan jarak. 
7.   Mendukung GPS. pengguna dapat mengakses GPS dengan global mapper. kita dapat menandai waypoint, merekam jalur semuanya secara live. bahkan kita dapat melakukan koneksi dengan beberapa GPS sekaligus.
8.  Dukungan Datum/proyeksi. global mapper mendukung konversi yang akurat antara beberapa sistem proyeksi dan datum.metode NADCON, NTv2, dan lain-lain.
9.    Mendukung eksport data ke berbagai macam format yang ada. hampir semua format vektor, raster dan elevasi dapat dieksport ke dalam format-format lain. 
10.  Pengguna dapat melakukan rektifikasi citra secara grafikal untuk format JPG, TIFF, dan PNG dan menyimpannya sebagai raster yang terkoreksi.
11.   Kita dapat menggenerate kontur dari berbagai macam kombinasi data elevasi. kita dapat menentukan kontur interval.
12.  Selain itu kita juga bisa melakukan triangulasi otomatis dan gridding untuk data titik 3D.
13. Selain itu juga mendukung kombinasi serta perbandingan terrain surface seperti DEM. kita dapat melakukan operasi pembagian, rata-rata, dan lain -lain.
14. Dukungan untuk NASA World Wind, Google Map, Virtual Earth
15. Anda Dapat menangkap tampilan gambar menjadi file BMP, JPG, PNG atau (Geo)TIFF dengan resolusi yang anda inginkan.
16. Dapat melakukan proses batch konversi untuk berbagai macam file.
17. Auto clip collar untuk DRG, BSB dan DOQQ (marine chart).
18. Dukungan untuk file SDTS DLG, SDTS DEM dan file lain yang di kompres dengan .tar, .gz atau zip.
19. Analisis visualisasi shading komprehensif dengan data elevasi dari lokasi yang spesifik. 
20. Analisa LOS (3D Path Profiling and Line of Sight) termasuk kurva bumi, ketinggian reciever/transmiter, dan minimum clearance.
21. Kemampuan Pengukuran, termasuk panjang multi segmen, luas area, analisa cut-and-fill.
22. Kemampuan mengaitkan atribut file vektor ke website atau file lain.
23. mendukung format DEM dan SDTS DEM terkini termasuk DEM Desimeter.
24. Dapat membuka file DLG-O dan DEM langsung dari file kompresi gzip tanpa perlu melakukan dekompress.
25. Dapat memberikan keterangan setiap kali kita menjalankan kursor ke sebuah feature. 
26. Mendukung navigasi dengan keyboard.
27. Mencari dan editing data vektor berdasarkan nama, isi atribut atau deskripsinya.
28. Membuka file JPG dengan data posisi EXIF didalamnya.

Rabu, 08 Juni 2011

Beberapa istilah dalam geomigas


  • Derajat API
Derajat API (API Gravity) merupakan satuan yang digunakan untuk menyatakan berat jenis minyak dan digunakan sebagai dasar klasifikasi minyak bumi yang paling sederhana. Hubungan berat jenis dengan derajat api adalah saling berkebalikan. Makin kecil berat jenis minyak bumi atau makin tinggi derajat APInya,  makin berharga minyak bumi itu karena lebih banyak mengandung bensin. Tinggi rendahnya berat jenis minyak bumi juga berpengaruh pada viskositasnya. Pada umumnya semakin tinggi derajat API atau makin ringan minyak bumi tersebut, makin kecil viskositasnya. Tinggi rendahnya derajat API juga berpengaruh pada titik didih minyak bumi, kalau API Gravity minyak bumi rendah, maka titik didihnya tinggi. Demikian sebaliknya kalau derajat APInya tinggi, maka titik didihnya rendah, dan juga lebih mudah terbakar  atau mempunyai titik nyala yang lebih rendah daripada yang derajat APInya rendah.  Ternyata terdapat hubungan antara berat jenis dengan nilai kalori minyak bumi, pada umumnya minyak bumi dengan API tinggi menghasilkan kalori yang lebih kecil daripada minyak bumi dengan API lebih rendah.
Berdasarkan derajat API, minyak mentah dibagi kedalam lima jenis minyak mentah yaitu: minyak mentah ringan, minyak mentah ringan sedang, minyak mentah berat sedang, minyak mentah berat, minyak mentah sangat berat.
  • Isoparafin
Isoparafin merupakan gugus alkil (parafin) yang bercabang sedangkan normal parafin merupakan gugus alkil dengan rantai lurus, dan merupakan penyusun dari gasoline. Alkilasi merupakan gasoline yang terdiri dari isoparafin 100%.
  • Normal Parafin
Istilah parafin berasal dari kata Latin parum affinis, yang berarti "sedikit afinitas". Di samping naphthenes, jenis hidrokarbon parafin adalah yang paling umum kedua dalam konstituen minyak mentah. Parafin mendominasi fraksi bensin pada minyak mentah, dan mereka adalah prinsip hidrokarbon tertua, berada pada kedalaman paling dalam. Istilah saturated dan aliphatic hidrokarbon juga digunakan untuk kelompok ini. Parafin rantai lurus ditunjukkan disebut parafin normal, atau rz parafin. Parafin normal membentuk suatu seri homolog. Rz-parafin membentuk seri homolog, karena setiap hidrokarbon berbeda dari anggota berhasil dengan satu karbon dan dua atom hidrogen. Para anggota dari seri yang disebut homolognya. Karena parafin normal didefinisikan sebagai rantai lurus, ada sejumlah dari mereka dalam minyak mentah biasanya kurang dari delapan puluh («= 1 sampai 80). Hal ini membuat mereka yang paling mudah diidentifikasi sebagai senyawa pada minyak bumi. Semua jenis molekul lainnya berisi ratusan molekul yang berbeda, sehingga identifikasi jauh lebih sulit.
  • Polimer
Polimer didefinisikan sebagai substansi yang terdiri dari molekul-molekul yang menyertakan rangkaian satu atau lebih dari satu unit monomer. Manusia sudah berabad-abad menggunakan polimer dalam bentuk minyak, aspal, damar, dan permen karet. Tapi industri polimer modern baru mulai berkembang pada masa revolusi industri. Di akhir 1830-an, Charles Goodyear berhasil memproduksi sebentuk karet alami yang berguna melalui proses yang dikenal sebagai “vulkanisasi”. 40 tahun kemudian, Celluloid (sebentuk plastik keras dari nitrocellulose) berhasil dikomersialisasikan. Adalah diperkenalkannya vinyl, neoprene, polystyrene, dan nilon di tahun 1930-an yang memulai ‘ledakan’ dalam penelitian polimer yang masih berlangsung sampai sekarang.
Berdasarkan sumbernya polimer dibedakan menjadi 2 (dua):
1.      Polimer alami : kayu, kulit binatang, kapas, karet alam, rambut
2.      Polimer sintetis
a.       Tidak terdapat secara alami: nylon, poliester, polipropilen, polistiren
b.      Terdapat di alam tetapi dibuat oleh proses buatan: karet sintetis
Polimer alami yang dimodifikasi: seluloid, cellophane (bahan dasarnya dari selulosa tetapi telah mengalami modifikasi secara radikal sehingga kehilangan sifat-sifat kimia dan fisika asalnya).
  • Deret alkena
Alkena merupakan kelompok senyawa kimia yang sifat fisik dan sifat kimianya sangat dipengaruhi oleh gugus fungsinya. Alkena merupakan hidrokarbon yang mengandung ikatan rangkap dua pada rantai atom C-nya. ( - C = C - ). Senyawa alkena mengandung jumlah atom H yang lebih sedikit dari pada jumlah atom H pada alkana. Sehingga senyawa alkena disebut senyawa tidak jenuh atau senyawa olefin. (istilah olefin berasal dari kata latin olein = minyak, ficare = memben- tuk). Istilah olefin berasal dari kenyataan, bahwa anggota pertama dari deret alkena yaitu C2H4 (etena) bereaksi dengan klor menghasilkan etilen klorida yang berwujud seperti minyak.
Molekul deret alkena dicirikan oleh adanya sebuah ikatan rangkap yang menghubungkan dua atom karbon yang berdekatan. Beberapa anggota pertama deret ini dicantumkan dalam Tabel berukut :
Deret senyawa alkena (CnH2n)

  • Aromatik
Istilah hidrokarbon aromatik ini berasal ketika senyawa berbau menyenangkan seperti cymnene dimana diisolasi sebagai minyak wangi alami. Namun, kebanyakan hidrokarbon sedikit bau yang sangat dalam keadaan murni. Bau yang kuat dari minyak bumi adalah karena nonhydrocarbons. Semua hidrokarbon aromatik mengandung setidaknya satu cincin benzena. Ini adalah sebuah cincin 6-karbon datar ,di mana ikatan keempat setiap atorn karbon dibagi seluruh cincin. Untuk kesederhanaan, cincin ditunjukkan dengan lingkaran dalam, yang menunjukkan bahwa ikatan elektron berpasangan itu keempat terdelokalisasi atas semua atom karbon di atas ring. Para aromatik hidrokarbon tak jenuh yang bereaksi untuk menambahkan hidrogen atau elemen lainnya untuk cincin. Aromatik jarang berjumlah lebih dari 15 persen dari total minyak mentah. Mereka cenderung terkonsentrasi dalam pecahan berat minyak bumi, seperti minyak gas, minyak pelumas, dan residuum, di mana kuantitas yang sering melebihi 50 persen. Toluena dan metaxylene adalah hidrokarbon aromatik yang paling umum dalam minyak bumi. Aromatik memiliki peringkat oktan tertinggi dari jenis hidrokarbon, sehingga mereka berharga dalam campuran bensin. Namun, mereka tidak diinginkan dalam kisaran minyak pelumas karena mereka memiliki perubahan tertinggi di viskositas dengan suhu semua hidrokarbon.
  • Derajat Baume
Derajat baume merupakan satuan skala hasil penemuan Antonie Baume seorang ahli kimia dari Perancis. Skala Baume adalah skala yang digunakan pada hydrometer untuk menentukan massa jenis cairan. Skala Baumé bukan merupakan suatu ukuran konsentrasi. Contohnya untuk mengetahui molaritas dari HCl, maka harus mengkonversi derajat Baumé ke berat jenis, dan kemudian menggunakan berat jenis untuk membandingkan dari data yang berasal dari handbook. Sebagai contoh, CRC handbook mempunyai table yang menghubungkan berat jenis ke konsentrasi untuk asam sulfat.
Pada 60°F, berat jenis dapat dihitung dari derajat Baumé menggunakan rumus berikut:
Cairan yang lebih ringan daripada air : berat jenis = 140/(°Bé + 130)
Cairan yang lebih berat daripada air   : berat jenis = 145/(145 - °Bé)
Walaupun skala Baumé hampir tidak pernah disebutkan khusus dalam kimia, namun sering digunakan sebagai cara yang tepat untuk memeriksa konsentrasi larutan.
  • Homolog
Homolog merupakan suatu seri susunan hidrokarbon berdasarkan penambahan atom C sehingga akan membentuk suatu susunan yang hampir sama, menjadi lebih panjang ataupun membentuk suatu pola lingkaran, merupakan deretan yang dibentuk dengan penambahan gugus yang tetap.
Rantai menerus yang berasal dari senyawa di berbagai jenis minyak bumi ialah golongan isomer dari seri homolog. Anggota pertama dari seri homolog selalu lebih banyak terkonsentrasi di dalam minyakbumi dibandingkan anggota lainnya yang susunan molekulnya lebih berat
Dua Kelompok Utama Seri Homolog
ü  Golongan Alifatik
ü   Golongan Siklik
  • Ikatan Jenuh dan tak Jenuh
Selain dapat membuat rantai panjang dan struktur isomer, hidrokarbon juga dapat bersifat jenuh dan tak-jenuh. Bersifat jenuh jika terdapat ikatan rangkap satu saja (alkana). Sedangkan jika pada rangkaian tersebut terdapat ikatan rangkap dua (alkena) ataupun rangkap tiga (alkuna) akan bersifat tak-jenuh.
  • Sikloparafin
Sikloparafin adalah senyawa siklik hidrokarbon jenuh yg mengandung gugus -CH2 dng rumus umum CnH2n.

Senin, 27 Desember 2010

Tugas Resume Geokimia

BAB I
Perkembangan Petroleum Geokimia dan geologi
Geokimia petroleum merupakan aplikasi dari prinsip-prinsip kimia untuk mempelajari asal, migrasi, akumulasi, dan alterasi dari petroleum dan pengetahuan ini di gunakan dalam eksplorasi dan cadangan dari minyak dan gas. Lebih dari 100 tahun penyelidikan dan penelitian telah di tunjukkan bahwa sebagian besar dari petroleum dunia berasal dari dekomposisi material organik yang terendapkan dalam cekungan sedimen. Observasi lapangan dari geologist dalam abad 19 menunjukkan gambaran bahwa minyak berasal dari serpih seperti aspal dan berpindah menuju batupasir. Teori rasio carbon merupakan konsep geokimia pertama bahwa akumulasi sampai metamorphism dari minyak dan gas saling berkaitan. Lapangan minyak memberikan jalan untuk gas dimana komponen carbon diatur dalam batubara melampaui 60%, dan lapangan gas tidak dapat ditemukan dimana batasnya melampaui 70%. Batuan induk sekarang diartikan sebagai tidak matang, matang, dan setengah matang untuk generasi minyak dan gas, di dasarkan dalam indikator kematangan. Keberhasilan eksplorasi ditentukan dalam kejadian serempak dari 3 faktor : (1). Keberadaan dari perangkap (struktur, reservoir, seal), (2). Kecenderungan akumulasi dari petroleum (sumber, kematangan, migrasi menuju perangkap, pengukuran waktu), dan (3). Pengawetan dari perangkap petroleum (sejarah pemanasan, penyerbuan air meteorik). Kemungkinan kesuksesan dalam menemukan petroleum merupakan hasil dari semua kemungkinan 3 faktor ini. Fasies organik merupakan pemetaan subdivisi dari unit stratigrafi, yang terkemuka dari subdivisi yang berdampingan oleh sifat material organiknya. Menghasilkan perbedaan fasies organik dan perbedaan jumlah penyingkiran dan jenis dari minyak dan gas. Tekanan generatif petroleum merupakan area dimana lapisan-lapisan yang kaya akan organik disembunyikan pada temperatur yang cukup tinggi sampai menghasilkan dan banyaknya pemisahan dari petroleum. Prospek ini memerlukan pemodelan seluruh proses dari generasi hidrokarbon, pemisahan, migrasi, penjebakkan, dan pengawetan.



BAB II
Karbon dan Asal dari Kehidupan
Kabon (berasal dari kata carbo yang berarti “charcoal”) termasuk dalam keemapt grup dari tabel periodik element, yang berarti bahwa  karbon memiliki 4 elektron dalam kerangka terluar elektron. Karbon jarang dalam jenis ikatan karbon-karbon yang kuat, yang tetap kuat ketika grup karbon berkombinasi dengan elemen lain. Karbon telah menjadi struktur dasar dari semua kehidupan sebagai kita ketahui memulai kehidupan di bumi. Akibatnya rumus kimia dari karbon sering digunakan sebagai kimia organik, padahal rumus kimia dari semua elemen lainnya disebut kimia anorganik.Lebih dari 100 elemen lainnya berkombinasi dengan karbon menghasilkan jenis sekitar 70000 komposisis anorganik, padahal kombinasi karbon dengan elemen lainnya dapat mencapai sekitar 4 milyar komposisi anorganik. Karbon meupakan makanan yang kita makan, oksigen yang kita hirup, pakaian yang kita pakai, rumah yang kita bangun, bahan bakar dari rumah kaca, dan tenaga mobil kirta,kerata api, pesawat terbang. Karbon merupakan elemen yang paling penting di bumi, karbon terdapat dimana-mana dalam kerak bumi.
Bumi secara sederhana
Sejak minyak berasal dari organik, yang telah didiskusikan sebelumnya, itu sangat penting untuk menerangkan asal dan perkembangan kehidupan di bumi. Spekulasi mengenai kelaziman dari minyak Precambrian benar ditentukan dalam perluasan material organik yang telah dibentuk dan diproses dalam waktu Precambrian. Pada awalnya, bumi dimungkinkan memiliki komposisi sekitar 90% besi, oksigen, silikon, dan magnesium dan 10% elemen alami lainnya. Satu model mengusulkan bahwa bumi panas selama milyaran tahun karena energi hantaman dari jatuhan benda luar angkasa, tekanan dari bumi karena gravitasi, dan peluruhan dari elemen radioaktif. Peningkatan temperatur menyebabkan besi mencair dan tercampur menuju pusat meskipun material tersebut terus naik menuju permukaan. Efeknya pada perubahan kerangka bumi yang tadinya relatif homogen menjadi  lapisan heterogen dengan pusatnya inti bumi, mantel sebagai tubuh asli, dan permukaan sebagai material yang terlihat.
Potensi petroleum dari batuan Precambrian
Analisis dari sedimen Precambrian mengindikasi bahwa mereka tidak memiliki kualitas batuan induk dari sedimen Phanerozoic, dalam kuantitas dari kerogen maupun komposisi hidrogen. Minyak dan gas akan terus dapat ditemukan terutama sekali tidak terubah dalam sedimen Precambrian, tetapi kuantitasnya tidak akan lebih besar kecuali batuan induknya kaya akan organik, kerogennya tidak secara luas didehydrogenasi, dan batuan reservoir tidak seperti biasanya di proses.